Tuesday, December 01, 2009

Penyimpangan Politik LN dan Diplomasi RI pada masa Demokrasi Terpimpin

BAB I
PENDAHULUAN

Penyimpangan Politik Luar Negeri Indonesia pada Masa Demokrasi Terpimpin

A. Latar belakang masalah
Krisis yang terjadi pada masa Demokrasi Liberal mendesak presiden Soekarno unruk mengambil langkah pengamanan. Dalam langkah pengamanan tersebut, dikeluarkanlah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang berisi :
• Pembubaran konstituante
• Berlakunya kembali UUD 1945
• Tidak Berlakunya UUDs 1950
• Pembentukan MPRS dan DPAS
Dekrit presiden itu juga merupakan awal dari masa Demokrasi Terpimpin. Pengeluaran Dekrit Presiden tersebut merupakan harapan baru bagi rakyat Indonesia dalam penyelesaian masalah-masalah yang terjadi di dalam negeri. Namun pada kenyataannya, harapan itu tidak terwujud karena banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada pelaksanaannya. Penyimpangan yang paling mendasar adalah tidak dilaksanakannya UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Hal itu dibuktikan dengan adanya pemusatan kekuasaan pemerintah pada Soekarno. Bahkan kekuasaan Soekarno itu disalahgunakan ketika Soekarno memembentuk MPRS berdasarkan Penetapan Presiden No. 2 tahun 1959 dan DPAS yang seharusnya dilaksanakan melalui pemilu.
Pemusatan kekuasaan pada Soekarno tidaklah menguntungkan bagi Indonesia. Hal itu dikarenakan pengambilan kebijakan-kebijakan didasarkan pada keputusan Soekarno dengan paham-paham yang dianutnya. Apabila ada yang tidak setuju dengan kebijakan yang dilakukan Soekarno, maka akan segera disingkirkan dari pemerintahan. Bahkan dengan MPRS bentukannya, Soekarno dijadikan presiden seumur hidup dalam rangka pembulatan kekuasaan pada masa demokrasi terpimpin Hal ini menyebabkan fungsi MPRS yang seharusnya menjadi kontrol pemerintah tidak berjalan dengan baik.
Penyimpangan pada masa Demokrasi Terpimpin tidak hanya terjadi di dalam negeri saja, tetapi juga dilakukan pada pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Perubahan haluan politik luar negeri Indonesia dari bebas aktif menjadi lebih mendekat pada blok komunis khususnya Uni Soviet.

B. Perumusan Masalah
• Apa yang menyebabkan politik luar negeri Indonesia cenderung dekat kepada Uni Soviet (Komunis)?
• Apa bentuk hubungan yang dilakukan Indonesia dengan Uni Soviet pada Masa Demokrasi terpimpin?
• Dampak apa yang ditimbulkan oleh peningkatan hubungan Indonesia-Uni Soviet terhadap Indonesia?

C. Kerangka Teori

Sejak awal penerapan Demokrasi Terpimpin memang sudah terjadi banyak penyimpangan. Hal itu juga terjadi pada pelaksanaan politik luar negeri. Berdasarkan UUD 1945, haluan politik Indonesia adalah bebas aktif. Dan itu dilanggar Soekarno dengan mendekat kepada blok negara-negara komunis khususnya Uni Soviet.
Soekarno melakukan pendekatan kepada blok timur karena Soekarno membutuhkan bantuan berupa dana dan bantuan alat-alat militer untuk menyelesaikan masalah di Irian Barat.
Pada tahun 1961-1964 terjadi hiper-inflasi yang sangat mengguncang perekonomian Indonesia. Dengan begitu, Indonesia semakin bergantung kepada Uni Soviet . Kedekatan ini juga mempengaruhi perkembangan paham komunis yang ada di Indonesia (PKI).


BAB II
PEMBAHASAN

A. Penyebab Kedekatan Indonesia dengan Uni Soviet

1. Amerika dan sekutunya cenderung lebih pro kepada Belanda. Hal ini dikarenakan Amerika, Inggris, Belanda dan Rusia dulunya merupakan sebuah sekutu dalam perang dunia kedua yang menghadapi Jerman, Italia dan sekutunya.
Dalam pemberontakan PPRI, ditemukan fakta bahwa Amerika membantu para pemberontak PPRI untuk melakukan kudeta. Hal ini dibuktikan dengan ditembaknya sebuah pesawat terbang Amerika yang dikemudikan oleh Allan Pope, yang kemudian pilot ini tertangkap dan dihukum mati oleh republik. Peristiwa itu telah meninggalkan suatu perasaan yang tidak enakdan membuat Soekarno serta banyak pemimpin lainnya cenderung menganggap Amerika sebagai suatu kerugian yang besar daripada yang biasanya terjadi pada antar negara-negara berkembang lainnya.

2. Uni soviet dan Republik Rakyat Cina bersedia memberi bantuan kredit kepada Indonesia sebesar 400 juta US$ yang dapat diangsur dalam tempo 10 tahun.

3. Umumnya negara-negara Barat (Perancis, Inggris dan Belanda) adalah negar-negar imperealis, sedangkan Soekarno dan bangsa Indonesia umumnya mempunyai sifat anti-imperialisme dan anti-kolonialisme sebagai akibat dari penjajahan bangsa Barat terhadap Indonesia. Hal ini diperburuk dengan adnya masalah Malaysia yang menurut Soekarno merupakan sebuah negara colonial bentukan Inggris yang merupaan sekutu Amerika. Pembentukan negara Malaysia oleh Inggris merupakan penghinaan yang besar bagi Bangsa Indonesia. Hal ini dimanfaatkan oleh PKI untuk melakukan demo turun ke jalan-jalan dalam demonstrasi besar-besaran mnentang Malaysia. Ini tentu saja akam menimbulkan suatu doktrin pada masyarakat untuk membela komunis. Selain peristiwa pembentukan negara colonial oleh Inggris, Kecenderungan untuk anti-Barat dan dekat dengan soviet adalah masalah Vietnam. Sebagai salah satu negara berkembang dikawasan Asia Tenggara, Indonesia tentu saja menaruh simpati terhadap Vietnam dan anti-Amerika yang menyerang Vietnam. Reaksi anti-amerika pun muncul didalam masyarakat Indonesia. Cina dan Uni Soviet sangat memuji tindakan Soekarno .

4. Bantuan peralatan persenjataan yang diberikan Uni Soviet harganya lebih murah dan kadang-kadanag lebih berkualitas.
Sedangkan senjata pada waktu itu dibutuhkan segera oleh Indonesia karena akan digunakan untuk melawan Belanda dalam perebutan wiliyah Irian Barat. Pembelian senjata ini dilakukan Indonesia karena Indonesia sadar kekuatan militer mereka lebih lemah dan tidak memungkinkan untuk mengahdapi Belanda tanpa adanya pembelian dan pembaharuan system persenjataan. Salah satu peralatan canggih yang dibeli Indonesia dari Uni Soviet adalah sebuah kapal penjelajah berat bernama KRI Irian. Selain itu Indonesia juga mengirimkan para pemudanya ke Uni Soviet untuk menjalani latihan agar dapat menggunakan senjata-senjata cangih tersebut.

5. Cepatnya perkembangan ide komunisme yang dibawa PKI juga merupakan salah satu factor mengapa Indonesia lebih dekat dengan Uni Soviet. PKI dalam masa ini dapat berkembang dengan cepat dikarenakan oleh sikap PKI yang cenderung untu membela rakyat kecil. Banyak orang yang bergabung dengan PKI karena ekonomi Indonesia pada waktu itu sedang sulit dan biaya untuk hiduppun semakin sulit. PKI datang dengan ideologinya yang seakan-akan pro rakyat miskin dan dapat membawa perubahan kepada masyarakat golongan bawah untuk mengambil alih kekayaan dari orang kaya dan membaginya secara merata, dan dihapuskannya korupsi. Bahkan Soekarno sempat pro dan terpengaruh oleh paham komunisme. Soekarno sangat memuji-muji system satu partai yang ada di Uni Soviet dan beliau lebih menyukai struktur seperti itu . PKI juga telah melakukan infiltrasi ke tubuh angkatan darat.

B. Bentuk Hubungan yang Dilakukan Antra Indonesia dengan Uni Soviet Selama Demokrasi Terpimpin

Hubungan Indonesia dengan Uni Soviet mencapai puncaknya pada masa Demokrasi Terpimpin, terutama pada upaya konfrontasi Pembebasan Irian Barat. Hubungan Indonesia-Soviet mencapai pada tingkatan baru setelah dalam upaya Indonesia mencari bantuan senjata guna menghadapi konflik dengan Belanda, Jendaral Nasution berhasil mengadakan perjanjian jual-beli senjata dengan Pemerintah Uni Soviet senilai 2,5 miliar dollar AS dengan persyaratan pembayaran jangka panjang di Moskwa pada bulan Desember 1960 setelah sebelumnya gagal ketika Jendral Nasution meminta bantuan Amerika Serikat. Setelah pembelian itu, TNI mengklaim bahwa Indonesia memiliki angkatan udara terkuat di belahan bumi selatan. Selain bantuan kredit senjata, bantuan militer Uni Soviet termasuk juga pelatihan perwira TNI ke akademi militer di Moskwa dan Leningrad. Selain itu, Uni Soviet juga mengirimkan 1000 instrukturnya ke berbagai daerah di Indonesia.

Kedekatan hubungan Indonesia-Soviet juga nampak dari kunjungan yang dilakukan PM Uni Soviet Nikita Kruschev ke Indoensia 18 Februari hingga 1 Maret 1960. bentuk lain kedekatan hubungan Indonesia dengan Uni Soviet adalah banyaknya dilakukan penandatangan perjanjian antara Indoensia-Soviet baik di bidang ekonomi, perdagangan, politik, budaya, dan finansial. Termasuk di dalam bantuan Uni Soviet untuk Indonesia adalah dibangunnya Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta, Stadion Senayan, serta 2 reaktor nuklir percobaan. Bentuk kedekatan lain antara Indonesia dan Uni Soviet dapat dilihat dari pernyataan Presiden Soekarno pada Februari 1960 yang menyatakan bahwa persahabatan antara Indonesia dan Uni Soviet tidak hanya sebatas persahabatan formal antarnegara, tetapi persahabatan yang terhubung dari hati ke hati .

Hubungn Indonesia-Uni Soviet mulai menurun pada akhir masa demokrasi terpimpin. Uni Soviet tidak memberi bantuan pada Indonesia pada masa konfrontasinya dengan Malaysia, berbeda ketika dahulu Uni Soviet bersedia membantu Indonesia mengkonfrontasi Belanda.

C. Dampak yang Ditimbulkan

Hubungan Indonesia dengan Uni Soviet yang erat pada masa Demokrasi terpimpin tentu menimbulkan dampak tersendiri bagi Indonesia. Dampak ini dapat kita lihat pada catatan sejarah. Hal yang paling menyolok adalah berkembangnya ideologi komunis di Indonesia. Fenomena munculnya Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan dampak nyata eratnya hubungan Indonesia dengan Soviet pada masa itu. Meski komunisme bukan merupakan hal baru karena pada masa perjuangan kemerdekaan pun sudah ada partai yang berhaluan komunis. Menguatnya komunisme merupakan konsekuensi logis dari condongnya politik luar negeri Indonesia kepada Soviet.
Soviet sebagai kutub komunisme dunia mencoba mencari pengaruh di negara-negara lain. Setelah menyebarkan di China, Korea Utara dan Vietnam, Indonesia menjadi target selanjutnya. Soviet memanfaatkan ketegangan Indonesia dengan dunia barat untuk mengadakan hubungan yang intensif. Menguatnya Partai Komunis di Indonesia semakin mempererat hubungan Indonesia dengan Soviet, selain dengan negara-negara komunis lain. Hal ini kemudian menimbulkan poros Jakarta-Kremlin, Jakarta-Phnom Penh- Peking, yang semuanya merujuk pada kekuatan komunisme dunia.
Dominasi PKI dalam segala urusan politik Indonesia kemudian melahirkan Nasakom. Amerika Serikat (AS) memandang perkembangan komunisme di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Upaya untuk mematikan pergerakan komunis di Indonesia berdampak pada semakin memburuknya hubungan dunia barat dengan Indonesia. Isu komunisme yang sangat sensitif ini kemudian semakin mengucilkan Indonesia dalam pergaulan dengan dunia barat. Hal ini semakin memperjelas kecenderungan politik luar negeri Indonesia ke arah Soviet.
Namun, dampak yang ditimbulkan dari condongnya Indonesia kepada Uni Soviet tidak selalu dipandang negatif. Eratnya hubungan kedua negara bukan tanpa menimbulkan keuntungan bagi Indonesia. Indonesia dapat memperoleh senjata dari Soviet setelah embargo dijatuhkan AS. Senjata ini berguna untuk memperkuat tentara Indonesia yang selama ini hanya mengandalkan senjata peninggalan Jepang. Presiden Soekarno melakukan kunjungan kenegaraan ke Uni-Soviet pada tahun 1956 yang menghasilkan pengiriman tujuh mahasiswa Indonesia pergi ke Moskwa tahun berikutnya. Kemudian dibuat nota kesepahaman di bidang perdagangan dan teknik pada tahun 1959, realisasi pembangunan fakultas teknik di Ambon, dan Stadion Senayan oleh Pemerintah Uni Soviet. Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Kruschov berkunjung ke Indonesia pada tahun 1960. Hubungan meningkat intensitasnya pada tahun 1961, dengan ditandatanganinya kontrak bantuan Uni- Soviet untuk membangun dua reaktor nuklir di Indonesia, serta pembebasan Irian Barat.
Dampak dari eratnya hubungan Indonesia dengan Soviet di masa lalu masih bisa dilihat sampai sekarang. Setelah sempat menjauh pada awal Orde Baru, namun kemudian hubungan berlangsung normal. Hingga posisi Uni Soviet digantikan oleh berdirinya Rusia, hubungan Indonesia dengan negara terluas ini terus dibangun. Khusunya di bidang aeronautika, Rusia merupakan mitra Indonesia. Kerjasama dengan Rusia menyepakati peluncuran beberapa satelit Indonesia. Rencana pembangunan stasiun peluncuran satelit di Pulau Irian juga melibatkan kerjasama kedua negara. Kini hubungan Indonesia dengan Soviet (Rusia) memasuki babak baru setelah era komunisme di masing-masing negara berakhir.



BAB III
Kesimpulan

Dalam masa Demokrasi Terpimpin, kekuasaan yang tidak terbatas pada Soekarno membuat Soekarno bebas menentukan kebijakan-kebijakan yang tidak perlu mendapat dukungan dari aparat negara lain. Hal itu menyebabkan banyak terjadi penyelewengan / penyimpangan kebijakan. Hal yang sama juga terjadi pada arah kebijakan politik luar negri pada masa itu.
Politik luar negeri Indonesia yang seharusnya bersifat bebas aktif, berubah menjadi berpihak kepada .blok komunis (Uni Soviet). Keberpihakan itu dilakukan dalam rangka meminta bantuan dalam penyelesaian kebutuhan-kebutuhan dalam negeri seperti pinjaman dana untuk mengatasi krisis, bantuan militer dalam rangka pembebasan Irian Barat, dan juga untuk mengembangkan pergaulan politik luar negeri Indonesia di dunia internasional.
Bentuk kerjasama yang dilakukan lebih banyak mengarah ke bidang militer (penjualan alat-alat perang, pelatihan militer) dan bantuan ekonomi (pinjaman dana). yang kemudian selain berdampak pada sedikit terbantunya masalah dalam negeri untuk sementara, juga semakin berkembangnya paham komunis di Indonesia yang pada akhirnya menumbangkan masa Demokrasi Terpimpin dan juga melengserkan Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia.

Tuesday, August 18, 2009

HI UGM 2009

wuah!!!

salah satu dari sekian banyak impian yang ingin kuraih, kuliah di jurusan yang aku inginkan.
SELAMAT DATANG DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UGM JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL!!!

Jiahahahhahahahhahahahahahah!!!!

PPSMB yang bikin cuapeeg!!!

Wednesday, June 17, 2009

PENERIMAAN MAHASISWA BARU PERGURUAN TINGGI NEGERI MELALUI SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI 2009 (SNMPTN) 2009


  1. Persyaratan :
    1. Lulus Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau setara tahun 2007, 2008, dan 2009.
    2. Lulusan paket C dengan menyerahkan Foto Copy Raport 3 tahun terakhir.
    3. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi.
    4. Tidak buta warna bagi Program Studi tertentu.
  2. Biaya Pendaftaran dan Uji Keterampilan :
    1. IPA/IPS Rp. 150.000,-
    2. IPC Rp. 175.000,-
    3. Uji Keterampilan Olahraga dan Seni Rp. 100.000,-
  3. Cara Meperoleh dan Pengembalian Formulir Pendaftaran :
    1. Pembayaran mulai tanggal 1 s.d. 26 Juni 2009 melalui cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia.
    2. Penukaran Formulir Pendaftaran di masing-masing Panitia Lokal 15 s.d. 26 Juni 2009.
    3. Pengembalian Formulir Pendaftaran di masing-masing Panitia Lokal tanggal 15 s.d. 27 Juni 2009.
  4. Pelaksanaan Ujian :
    1. Ujian Tulis :
      1. Rabu 1 Juli 2009 : Test Potensi Akademik dan Test Bidang Studi Dasar.
      2. Kamis 2 Juli 2009 : Test Bidang Studi IPA dan Test Bidang Studi IPS
    2. Uji Keterampilan Olahraga dan Seni :
      1. Pendaftaran Rabu dan Kamis, tanggal 1 dan 2 Juli 2009 di tempat ujian tulis
      2. Pelaksanaan Uji Ketrampilan hari Jum’at dan Sabtu, tanggal 3 dan 4 Juli 2009
  5. Tempat Informasi SNMPTN 2009
    1. Situs Resmi SNMPTN 2009 http://www.snmptn.ac.id
    2. Alamat Panitia SNMPTN 2009 di Kantor Pusat Kampus Ketintang Universitas Negeri Surabaya, Telp. 031 8281013, Fax 031 8280804

Ketua Umum,

ttd

Prof.Dr. H. Haris Supratno

2 tahun yang melelahkan

2 tahun terakhir ini bukanlah tahun2 termanisku...

2 tahun terakhir ini bukanlah surga kebanggaan dalam hidupku...

perjuangan hidup...

pergolakan batin...

semua...


YANG HIDUP TELAH MATI DAN YANG DATANG TELAH PERGI...

terimakasih,

AKSELERASI B
SMA 1 WATES, KULON PROGO

Thursday, June 11, 2009

Kim Tunjuk Anak Bungsunya Sebagai Pengganti


SEOUL. Beberapa bulan belakangan, kondisi kesehatan Pimpinan Korea Utara (Korut) Kim Jong-il menjadi isu hangat di dunia internasional. Nah, kini, banyak pihak yang bertanya-tanya siapa yang bakal menggantikan posisi Kim sebagai pemimpin Korut selanjutnya.

Berdasarkan berita yang dirilis media Korea Selatan (Korsel), Kim sudah mendesain bahwa pengganti dirinya adalah anaknya yang paling muda. Dua media harian dan anggota pemerintahan oposisi mengatakan, agen mata-mata Korut sudah mendapatkan briefing mengenai rencana tersebut.

Dijelaskan, anggota legislatif Korut sudah diberitahukan agar mendukung Kim Jong-un setelah adanya uji coba nuklir Korut pada 25 Mei.

Berita yang dirilis oleh harian Hankook Ilbo dan Dong-a Ibo mengutip pernyataan dari anggota parlemen Korut yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Asal tahu saja, spekulasi mengenai siapa yang bakal menggantikan Kim Jong-il terus menjadi perdebatan setelah dia menderita stroke pada tahun lalu.

Para analis mengatakan, aksi militer termasuk tes uji coba nuklir pada minggu lalu, bisa jadi bertujuan membantu Kim dalam menjelaskan posisinya sehingga dia bisa menunjuk penerusnya.

Anak Kim yang paling kecil dilaporkan sangat dekat dengan ayahnya. Dia juga memiliki kemampuan pemimpin paling besar dibanding tiga anak laki-laki Kim yang lainnya.



Barratut Taqiyyah BBC

Agus Widjojo: Sebab Kecelakaan Alutsista, TNI Harus Terbuka


Laporan wartawan KOMPAS Wisnu Dewabrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R), Letjen (Purn) Agus Widjojo, meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) mau bersikap terbuka soal hasil penyelidikan penyebab kecelakaan sejumlah peralatan utama sistem persenjataan mereka, yang terjadi selama ini. Pernyataan itu disampaikan Agus, Senin (8/6), saat dimintai tanggapan soal kembali terjadinya kecelakaan alutsista TNI, kali ini menimpa helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis BO-105 Penerbad di kawasan Cianjur, Jawa Barat, yang menewaskan dua dari lima penumpang serta awaknya.

Menurut Agus, setelah berbagai penyebab kecelakaan dari sejumlah kejadian selama ini dijelaskan dan dipaparkan ke publik, atau setidaknya cukup ke DPR. Setelah itu dilakukan, barulah semua pihak mulai dari TNI, pemerintah, dan DPR bisa mencari solusi agar kejadian yang sama tidak kembali terulang.

"Selama ini kan, walau sejumlah kejadiannya menimbulkan berbagai ingar bingar di masyarakat, kita tidak pernah tahu soal apa sebenarnya yang terjadi dan apa penyebab utama setiap kecelakaan. Jangan sampai masalah yang sama seperti ini terus berulang," ujar Agus. Akibat ketertutupan yang selama ini terjadi soal sebab-sebab berbagai kecelakaan alutsista TNI, tambah Agus, tidak ada kebijakan atau langkah signifikan yang bisa dipikirkan atau dilakukan bersama untuk memperbaiki keadaan.

Termasuk jika memang diperlukan langkah audit total atas kondisi seluruh alutsista milik TNI. Agus mengakui banyak persenjataan TNI memang sudah berusia tua. Akan tetapi upaya pemeliharaan yang dilakukan selama ini menurutnya sudah sesuai ketentuan. Lagipula penggunaan persenjataan yang ada tentunya akan disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan alutsista tersebut.

RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif

Prita Mulyasari - suaraPembaca



Jakarta - Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600

(msh/msh)

Ack d'Avenged

My photo
Wates, Kulon Progo, DIY, Indonesia
Academic people but love practical things! let's sharing knowledge guys! from Indonesia with rocks!!! follow me on twitter @lilikprasaja