Showing posts with label peace. Show all posts
Showing posts with label peace. Show all posts

Thursday, May 07, 2009

Paus Benediktus Kunjungi Timur Tengah

VATIKAN

Kamis, 7 Mei 2009 | 04:39 WIB

Vatican City, Rabu - Paus Benediktus XVI memulai perjalanannya ke Timur Tengah hari Jumat (8/6). Persinggahan pertama adalah Jordania, dilanjutkan ke Israel dan wilayah Palestina.

Beberapa waktu lalu, Paus Benediktus pernah membuat kontroversi lewat pernyataannya soal hubungan dengan Yahudi dan Muslim.

Ketika itu, dia juga berpidato yang menghubungkan sebagian ajaran agama yang terkesan mendukung aksi kekerasan.

Paus Benediktus juga membatalkan ekskomunikasi atas seorang uskup yang menolak kebenaran pembantaian Yahudi oleh Nazi Jerman.

Beberapa warga Yahudi dan Muslim menanggapi komentar Paus itu dalam nada marah. Hal itu mungkin akan membuat perjalanannya agak berat. Paus Benediktus melawat ke Timur Tengah bersama beberapa pengamat gereja yang akan menilai apakah kunjungan tersebut dapat memperbaiki hubungan.

Pada Rabu (6/5), Paus Benediktus mengatakan ingin berbagi aspirasi, harapan, juga rasa sakit serta perjuangan mereka yang akan dia kunjungi. ”Saya akan datang ke tempat Anda sebagai peziarah yang damai.”

Perjalanan historis

Sesungguhnya latar belakang kunjungan tersebut adalah konflik Israel-Palestina. ”Situasi politik dan gereja di Timur Tengah sangat memudahkan kunjungan itu,” ujar Kardinal Walter Kasper, yang tugasnya mengurusi hubungan Vatikan dengan Yahudi.

”Sebuah keseimbangan akan terjadi. Paus akan berada di Israel dan bertemu warga Yahudi. Paus juga akan bertemu dengan warga Kristen yang tinggal di wilayah Palestina. Ini merupakan tugas yang sulit, tetapi perlu,” ujarnya lagi.

Perjalanan pada 8-15 Mei itu mencerminkan perjalanan historis yang dilakukan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2000. Ketika itu, Paus Yohanes dapat mencapai tujuan dan disukai kedua pihak, Muslim dan Yahudi.

Di Jordania, Paus Benediktus akan disambut Raja Abdullah II yang aktif mendorong perdamaian di Timur Tengah. Dia menekankan agar para pemimpin Kristen, Yahudi, dan Muslim memainkan peran lebih banyak untuk mencapai perdamaian.

Semua mata dan telinga tampaknya akan melihat dan mendengar apa yang akan dikatakan Paus di Masjid Amman, masjid terbesar di Jordania. Ini adalah masjid kedua yang dia kunjungi setelah Masjid Biru di Istanbul, Tukri pada 2006. (AP/AFP/joe)

Monday, February 16, 2009

Diplomasi Damai Obama

Perlu diapresiasi kebijakan luar negeri yang diterapkan pemerintahan Presiden Barack Obama dalam hal usaha mencapai perdamaian. Kebijakan yang diambil telah memberi suatu citra perbaikan masa lalu hubungan luar negeri AS yang kelam di bawah pemerintahan Bush Jr. Berbagai pendekatan dan sikap merendah yang diperlihatkan pemerintahan Obama telah memberi nuansa baru, setidaknya harapan baru akan perdamaian dunia.

Bahkan, negara-negara yang selama ini dicap sebagai musuh AS telah menunjukkan sikap melunak. Tengoklah Presiden Rusia Dmitri Medvedev yang serta merta membatalkan program rudal Iskander di Kalingingrad setelah Obama menyatakan AS tidak akan meneruskan program tameng rudalnya. Juga tentang ketua parlemen Iran yang menyatakan, berdiskusi dengan AS akan menjadi hal yang menarik.

Semua itu berkat semangat perubahan yang dilandasi dengan asas perdamaian yang kuat. betapa pidato Joe Biden memukau sidang pertahanan dunia. "Persia adalah negara yang besar dengan kebudayaan yang besar..." begitulah ia memuji Iran. Hal yang selama ini mustahil di bawah pemerintahan Bush.

Asia : Yang Pertama

kebiasaan klasik untuk mengunjungi negara sekutu uni eropa oleh seorang menteri luar negeri AS pada awal masa jabatannya kali ini ditinggalkan oleh pemerintahan Obama. Mereka memilih mengirimkan Hillary Clinton ke negara-negara benua Asia untuk kunjungan pertama. Alasan mereka antara lain:
1. Negara-negara Asia merupakan mitra paling potensial dalam memulihkan badai krisis global.
Hal ini dikarenakan negara Asia cenderung lebih stabil walaupun terkena dampak krisis. Pertumbuhan ekonomi dan sumber daya yang menjanjikan menyebabkan AS memandang bahwa perlu segera merangkul negara Asia.
2. Di Asia rentan pelanggaran HAM.
Seperti masih banyak terjadi di Myanmar, Kamboja, China, Korut. AS memandang bahwa mereka harus menjadi mitra Asia dalam mengusahakan penegakan HAM. Mitra bukan berarti ikut campur dalam urusan dalam negeri.
3. Banyak ancaman konflik dengan negara-negara Asia.
Mulai dari Timur Tengah yang selalu panas hingga program nuklir Korut yang menyita banyak perhatian dunia. AS perlu segera merangkul mereka dan menawarkan kebijakan-kebijakan bersahabat yang mendorong tercapainya kesepakatan damai.

ada lagi?

Besok lah

Saturday, February 14, 2009

Diplomasi Pemuda untuk Perdamaian Dunia

Di tengah situasi politik internasional yang memanas, rasanya memang hanya perdamaian yang menjadi penawar dahaga. Pemikiran utopis seperti ini bukan mustahil diwujudkan. Dunia didera krisis finansial global yang memicu campur tangan pemerintah dalam ekonomi dan dengan sendirinya mempengaruhi kebijakan politik luar negeri negara-negara yang bersangkutan. Ingatan pedih atas tragedi kemanusiaan Gaza di awal tahun ini masih membekas di pikiran kita. Mustahilkah perdamaian itu?

Obama dengan janji politik hati ke hati-nya telah memberi secercah harapan dan semangat akan perdamaian. Namun, itu belumlah cukup untuk meruntuhkan dinding penghalang menuju perdamaian abadi seperti yang kita cita-citakan. Perdamaian hanya bisa terwujud jika semua orang tergerak untuk mewujudkannya.

Di masa depan, dibutuhkan diplomat-diplomat handal untuk membawa dunia kepada perdamaian. Tidak dibutuhkan lagi kekerasan senjata dan politik yang hanya akan menimbulkan dampak yang berkepanjangan. Pemuda-pemuda dengan semangat perubahan sangat dibutuhkan dunia ini. Diplomasi yang dilakukan generasi muda lewat berbagai media merupakan ikatan yang tak kenal jarak dan kewarganegaraan.

Peran media sebagai penghubung kaum muda di seluruh penjuru dunia telah menyebabkan suatu tren internasional. Beragam interaksi yang sebagian besar dilakukan oleh kaum muda memenuhi berbagai jejaring pertemanan. Hampir semua interaksi ini bersifat positif dan mendorong pada suatu titik pengharapan: PERDAMAIAN. Inilah saatnya, Diplomasi Pemuda untuk Perdamaian Dunia!!!

Wednesday, January 21, 2009

Disarmed??? Peace???

Gencatan senjata telah disetujui. Harapan baru tentang perdamaian dunia yang didambakan setiap umat manusia sudah terbuka. Akankah ini menjadi akhir sebuah perang yang telah berlangsung begitu lama? Ataukan hanya strategi politik yang dilancarkan oleh pihak yang bertikai agar mendapat simpati internasional? Akankah pihak yang berseteru justru menggalang kekuatan baru untuk saling menyerang kembali?

Dunia butuh perdamaian yang abadi!!!

Bukan harapan kosong yang dilontarkan diplomat iblis!

Ack d'Avenged

My photo
Wates, Kulon Progo, DIY, Indonesia
Academic people but love practical things! let's sharing knowledge guys! from Indonesia with rocks!!! follow me on twitter @lilikprasaja