Showing posts with label Barack Obama. Show all posts
Showing posts with label Barack Obama. Show all posts

Friday, February 20, 2009

Misi Luar Negeri AS

Misi luar negeri AS di bawah pemerintahan Barack Obama segera dimulai. Kunjungan Hillary Rodham Clinton ke wilayah Asia menjadi awal baru bagi kebijakan luar negeri AS. Pendekatan dengan negara-negara Asia sebagai mitra masa depan AS merupakan suatu hal yang harus segera dilaksanakan. Kita sebagai bangsa Asia harus bisa mengambil hikmah dan keuntungan dari kebijakan ini. Bagaimanapun juga, AS merupakan negara yang berperan besar di dunia.
Kunjungan Hillary ke Indonesia dapat dipastikan dibanjiri demo. Apalagi pasca invasi Zionis ke jalur Gaza. Hal yang di mata dunia muslim, dan kemanusiaan, sangat terkutuk. Reaksi yang wajar bagi setiap kunjungan pejabat AS. Namun, hendaknya kita jangan menutup diri untuk penyelesaian terbaik. Mereka (AS) dalam beberapa waktu terakhir telah membalikkan sikap mereka. Kini mereka datang dengan sikap lebih terbuka, tidak dengan keangkuhan. Mereka tawarkan perubahan dan pendekatan damai. Harusnya kita mampu mengambil sikap positif dan bekerja bersama untuk dunia. Dunia tidak dibangun dengan sikap antipati. Dunia dibangun dengan simpati dan toleransi.

Monday, February 16, 2009

Diplomasi Damai Obama

Perlu diapresiasi kebijakan luar negeri yang diterapkan pemerintahan Presiden Barack Obama dalam hal usaha mencapai perdamaian. Kebijakan yang diambil telah memberi suatu citra perbaikan masa lalu hubungan luar negeri AS yang kelam di bawah pemerintahan Bush Jr. Berbagai pendekatan dan sikap merendah yang diperlihatkan pemerintahan Obama telah memberi nuansa baru, setidaknya harapan baru akan perdamaian dunia.

Bahkan, negara-negara yang selama ini dicap sebagai musuh AS telah menunjukkan sikap melunak. Tengoklah Presiden Rusia Dmitri Medvedev yang serta merta membatalkan program rudal Iskander di Kalingingrad setelah Obama menyatakan AS tidak akan meneruskan program tameng rudalnya. Juga tentang ketua parlemen Iran yang menyatakan, berdiskusi dengan AS akan menjadi hal yang menarik.

Semua itu berkat semangat perubahan yang dilandasi dengan asas perdamaian yang kuat. betapa pidato Joe Biden memukau sidang pertahanan dunia. "Persia adalah negara yang besar dengan kebudayaan yang besar..." begitulah ia memuji Iran. Hal yang selama ini mustahil di bawah pemerintahan Bush.

Asia : Yang Pertama

kebiasaan klasik untuk mengunjungi negara sekutu uni eropa oleh seorang menteri luar negeri AS pada awal masa jabatannya kali ini ditinggalkan oleh pemerintahan Obama. Mereka memilih mengirimkan Hillary Clinton ke negara-negara benua Asia untuk kunjungan pertama. Alasan mereka antara lain:
1. Negara-negara Asia merupakan mitra paling potensial dalam memulihkan badai krisis global.
Hal ini dikarenakan negara Asia cenderung lebih stabil walaupun terkena dampak krisis. Pertumbuhan ekonomi dan sumber daya yang menjanjikan menyebabkan AS memandang bahwa perlu segera merangkul negara Asia.
2. Di Asia rentan pelanggaran HAM.
Seperti masih banyak terjadi di Myanmar, Kamboja, China, Korut. AS memandang bahwa mereka harus menjadi mitra Asia dalam mengusahakan penegakan HAM. Mitra bukan berarti ikut campur dalam urusan dalam negeri.
3. Banyak ancaman konflik dengan negara-negara Asia.
Mulai dari Timur Tengah yang selalu panas hingga program nuklir Korut yang menyita banyak perhatian dunia. AS perlu segera merangkul mereka dan menawarkan kebijakan-kebijakan bersahabat yang mendorong tercapainya kesepakatan damai.

ada lagi?

Besok lah

Thursday, January 22, 2009

Obama dan Sejarah Baru AS

Fenomena Barack Obama yang mencapai puncaknya saat pria berdarah Afro-Amerika ini dilantik menjadi Presiden ke-44 Amerika Serikat, Selasa (20/1). Sejarah baru Amerika Serikat, dan mungkin dunia, telah ditorehkan. Asa akan perubahan yang disemai Obama kini berbunga di seluruh dunia. Meski ada pula pihak yang meragukan kepemimpinan Obama akan membawa dampak positif yang signifikan terhadap kebijakan-kebijakan Amerika Serikat.
Tantangan berat menanti di hadapan pria kelahiran 47 tahun silam ini. Krisis finansial yang menerpa AS dan merembet ke seluruh dunia merupakan pekerjaan rumah pertama yang harus segera diselesaikan. Krisis peninggalan pemerintahan Presiden Bush ini telah menyeret dunia pada kelesuan ekonomi. Kebijakan dan strategi yang tepat dan dukungan tim ekonomi tangguh mutlak dibutuhkan Obama dalam tahun pertama pemerintahannya.
Bagaimana dengan dunia internasional? Situasi dunia yang memanas sejak invasi Israel ke jalur Gaza menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas AS dalam mewujudkan perdamaian dunia. Belum lagi ketegangan dengan Rusia yang mulai memanas kembali setelah vakum pasca perang dingin. Sikap AS terhadap negara-negara Arab dan Islam di masa depan juga masuk daftar pekerjaan Sang Presiden. Banyak pihak yang meragukan kehadiran seorang Obama dapat merubah sikap AS terhadap dunia Internasional. Kepentingan strategis AS dipertaruhkan jika ingin merubah kebijakan.
Sikap Obama terhadap Israel yang disampaikan semasa kampanye tidak menyiratkan perubahan sikap AS terhadap sekutu terdekatnya itu. Namun, banyak pihak yang berpendapat bahwa ini hanya strategi kampanye saja. Minoritas Yahudi di AS merupakan populasi strategis untuk memenangkan kursi Presiden. Kerja nyata dibutuhkan untuk menjawab keraguan ini.
Bagaimanapun juga, perubahan yang disuarakan Obama mendapat apresiasi positif dari masyarakat Internasional. Semangat yang dibawanya telah menginspirasi dunia, bahwa perubahan itu ada. Masyarakat telah mempercayai dan menaruh asa padanya. Hal ini merupakan modal penting Obama dalam menjalankan roda pemerintahan.
Asa itu juga sampai ke negeri ini. Nostalgia tahun-tahun masa kecil Obama di Indonesia menjadi titik pengharapan bangsa ini terhadap perubahan. Hal ini tidaklah salah. Namun, hendaknya kita jangan terlalu berharap perubahan sikap AS terhadap Indonesia hanya dipengaruhi oleh romantisme pribadi. Partai Demokrat yang mengusung Obama merupakan tantangan bagi penyelenggaraan negara kita. Partai ini dikenal bersuara keras kepada negara dengan penegakan HAM lemah dan banyak pelanggaran terhadap kaidah-kaidah hukum yang berlaku.
Jika Indonesia ingin memanfaatkan momentum perubahan yang dibawa Obama, kita harus lebih aktif mencari celah. Indonesia merupakan salah satu negara yang diharapkan AS dapat membantu menyelesaikan krisis dunia. Diplomasi yang kuat dan aktif dibutuhkan untuk memperoleh keuntungan dari kebijakan AS. Jangan sampai celah ini dimanfaatkan oleh negara lain dan merugikan Indonesia.
Barack Hussein Obama telah membuka lembar sejarah baru. Namun, perubahan tidak hanya ada di pundak seorang Obama saja. Semua orang harus berperan dalam perubahan. Yes, Change, we can believe in!

Ack d'Avenged

My photo
Wates, Kulon Progo, DIY, Indonesia
Academic people but love practical things! let's sharing knowledge guys! from Indonesia with rocks!!! follow me on twitter @lilikprasaja